HAKIKAT BELAJAR ANAK USIA DINI

Nama : Nisa Asmiarti
Kelompok : 10

Pendidikan anak usia dini sangat penting dilakukan karna dalampendidikan tersebut merupakan dasar bagi pembentukan kepribadian manusia,sebagai peletak dasar budi pekerti luhur, kepandaian, dan keterampilan selama tahun pertama otak bayi berkembang sangat pesat dimana
menghasilkan betriliun-triliun sambungan antar selmulasi dan semakin sering
digunakan.Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode
pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu secara khusus pendekatan
yang dilakukan dalam paud biasanya menggunakan seperti berikut:
A. Pendekatan High/Scope
Pendekatan high/scope dikembangkan oleh Daw Weikart High scope
mulai digunakan tahun 1962 Digunakan studi longitudinal sampai seseorang
berusia 40 tahun.
High/scope memilik komponen penting, yaitu:
1) Anak sebagai pembelajar aktif yang menggunakan sebagian besar waktunya
di dalam learning center yang beragam.
2) Merencanakan melakukan-mengulang , guru membantu
anak untuk memilih apa yang akan mereka lakukan setiap hari.
3) Pengalaman kunci (key experience), pengalaman- pengalaman penting anak
dipakai untuk pembelajaran.
4) Penggunaan catatan anekdot untuk mencatat kemajuan yang diperoleh
anak. 
B. Pendekatan Beyond Centre And Circle Time/BCCT
Pendidikan anak usia dini dapat menggunakan pembelajaran dengan
pendekatan (BCCT), atau dalam bahasa
indonesia adalah lebih jauh tentang sentra dan saat lingkaran kegiatan
bermain sambil belajar pada sentra-sentra (sentra persiapan, peran makro,
mikro, balok, imtaq, seni, dan sentra bahan alam), dalam rangka
mengembangkan seluruh potensi kecerdasanan anak.
C. Pendekatan Reggio Emilia Approach/REA
Pendekatan REA ini berkomitmen menciptakan kondisi pembelajaran
yang akan mendorong dan memfasilitasi anak untuk membangun kekuatan
berpikirnya sendiri melalui penggabungan seluruh bahasa ekspresif,
komunikatif dan kognitifnya.
2.HAKIKAT PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK
Adapun hakikat pembelajaran anak Usia Dini dalam KBK
(2002) sebagai berikut:
a. Proses pembelajaran bagi anak usia dini adalah proses interaksi antara anak,
sumber belajar, dan pendidik dalam suatu lingkungan belajar tertentu untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b. Sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang bersifat aktif melakukan
berbagai eksplorasi dalam kegiatan bermain, maka proses pembelajarannya
ditekankan pada aktivitas anak dalam bentuk-bentuk belajar sambil bermain.
c. Belajar sambil bermain ditekankan pada pengembangan potensi dibidang
fisik, intelegensi , bahasa dan komunikasi menjadi kemampuan yang secara aktual
dimiliki anak.
d. Penyelenggaraan pembelajaran bagi anak usia dini perlu memberikan rasa
aman bagi anak.
e. Sesuai dengan sifat perkembangan anak usia dini, proses pembelajarannya
dilaksanakan secara terpadu.
f. Proses pembelajaran pada anak usia dini akan terjadi apabila anak berbuat
secara aktif berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur pendidik.
g. Program belajar bagi anak usia dini dirancang dan dilaksanakan sebagai
suatu sistem yang dapat menciptakan kondisi yang menggugah dan memberi
kemudahan bagi anak untuk belajar.
3 Model pembelajaran AUD
Model adalah suatu objek atau konsep yang digunakan untuk merepresentasikan sesuatu pembelajaran adalah suatu kegiatan yang berupa
membelajarkan siswa secara terintegrasi dengan memperhitungkan faktor
lingkungan belajar, karakteristik siswa, karakteristik bidang studi serta berbagai
strate pembelajaran, baik penyampaian, pengelolaan, maupun
pengorganisasian pembelajaran.
Model pembelajaran adalah suatu desain rancangan yang
menggambarkan proses rincian penciptaan situasi lingkungan yang
memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi
perubahan atau perkembangan pada diri anak. Model pembelajaran yang
diterapkan dalam pembelajaran untuk membentuk kecerdasan anak.
Model pembelajaran adalah suatu desain rancangan yang
menggambarkan proses rincian penciptaan situasi lingkungan yang
memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi
perubahan atau perkembangan pada diri anak. Model pembelajaran yang
diterapkan dalam pembelajaran untuk membentuk kecerdasan anak, yaitu:
A. Model pembelajaran klasikal
B. Model pembelajaran kelompok
C. Model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan
D. Model pembelajaran area
E. Model pembelajaran Seling (BCCT)

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH PERKEMBANGAN AUD